Thursday, November 27, 2008

Grampians, Hitam Putih





















































>>Grampians National Park,
250 kilometer barat laut kota Melbourne


Sebuah perjalanan dengan seorang teman istimewa
Terpercik air Mackenzie Falls, salah satu air terjun terbesar di daratan Victoria,
adalah penyejuk bagi mata yang sudah terlalu terbiasa dengan billboard-billboard raksasa
penuh kebohongan dan ilusi

Sebuah perjalanan dengan seorang teman istimewa
Memandang Victoria Valley, Lake Wartook dan Mt. Difficult Range,
adalah "bacaan" yang lebih baik, yang menjadikan pembacanya menjadi begitu kecil
justru ketika berada di puncak dunia,
dari ketinggian Boroka dan Reed Lookout

Juga Jaws of Death, sebuah tebing indah berbentuk mulut hiu yang sedang mengaga
dari the Balconies,
adalah lebih besar dari sekedar susunan huruf dalam jurnal-jurnal dan buku-buku ilmiah

Sebuah perjalanan dengan seorang teman istimewa
Membuatku dapat mendengar lebih
saut-sautan kawanan burung,
dan ranting-ranting yang beradu tertiup angin,

Sebuah perjalanan dengan seorang teman istimewa
Menapaki tanah Grampians
adalah menjadi istimewa
karena yang aku lihat bukanlah hitam dan putih,
adalah istimewa
karena dalam sunyi dunia temanku
dia pasti mampu mendengar lebih dengan hatinya

-------

Sebuah iklan televisi menjelang Natal tahun lalu
menampilkan anak-anak kecil dengan keinginannya untuk kado Natal mereka.
Ada yang menginginkan robot-robotan, mobil-mobilan, boneka dan mainan-mainan canggih lainnya.
Anak terakhir dalam iklan itu, menginginkan sesuatu yang tidak ada dalam wish list anak-anak sebelumnya.
"I just want to be normal".
Itulah yang diinginkan anak terakhir itu, yang dilahirkan cacat, sebagai hadiah Natal untuknya.

4 comments:

diajeng any said...

Cool ki ... :)

Rifki said...

still wanna write the story. thanks mbak!

Teresita said...

great post!
temen gw pernah protes, karena gw tetep pake kata "difable" alias different abilities, daripada "disable." Katanya, ngga usah dimanis-manisin, kalo memang kenyataannya pahit...

apa sih yang dia tau? pernah bangun dan mendadak harus pakai mata sbagai telinga? selamanya? itu bukan sekedar bermanis-manis, tapi kemampuan yang orang "normal" ngga akan bisa lakukan

salut untuk semua orang spesial yang senantiasa bikin takjub akan rencana besarNYA.

Rifki said...

It's not the disability, it's the ability!

@Sita: Thanks!